Selama 3 hari penulis berada di Kotabaru , untuk melaksanakan ujian semester di SDN Dirgahayu dalam upaya memenuhi tuntutan UU Guru dan Dosen, atau seperti komentar kawan sekaligus sahabat penulis (Jhon fs Pane), bahwa pendidikan adalah upaya membentuk pribadi agar punya kemampuan kompetitif.
Setelah mengikuti ujian hari pertama Sabtu, 29 Nopember 2008 otak cukup terkuras karena Matematika salah satu mata kuliah yang diujikan. Malam harinya bersama kawan-kawan satu profesi jalan ke Mall Limbur Raya, yang mana di halaman Mall dilaksanakan Acara Pemilihan Duta Wisata Kabupaten Kotabaru.
Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kotabaru , para dewan juri yang berkompeten, duta wisata tingkat nasional, dan masyarakat kotabaru baik yang bersama pasangan, keluarga, atau teman-teman.
Finalis yang di uji kebolehannya ada 10 pasang , 1 pasang terdiri dari 1 cowok dan 1 cewek, atau di sebut Nanang dan Galuh. Pada acara pembukaan kesepuluh pasang finalis ini masing-masing unjuk kebolehan, ada yang membaca puisi, menyanyi lagu Paris Barantai, dan membacakan pantun dalam bahasa banjar.
Selanjutnya masing-masing pasangan di uji kemampuan intelektualnya melalui menjawab pertanyaan yang ada didalam amplop tertutup yang dipilih sendiri oleh finalis. Satu pasang finalis pertama maju kedepan, yang cewek mendapatkan giliran pertama untuk menjawab pertanyaan yang berbunyi “Mengapakah perkembangan pariwisata di Kabupaten Kotabaru lambat ?”. . . sang finalis perempuan menjawab dengan panjang lebar, yang intinya, lambatnya perkembangan pariwisata di Kotabaru dikarenakan jauhnya jarak dari Ibu kota Propinsi dan belum tersedianya Infrastruktur yang memadai buat mendukung perkembangan pariwisata. Kemudian tampil finalis cowok, dengan grogi menjawab pertanyaan dari amplop yang dia pilih sendiri, hal ini mengundang sorak penonton.
Karena cape penulis hanya sempat menyaksikan sepasang finalis ini yang di uji intelektualnya. Selanjutnya pulang ke penginapan untuk beristirahat.
Berbicara perkembangan Pariwisata di kotabaru, sependapat dengan finalis cewek yang tampil pertama, bahwa jauhnya jarak dari Ibu kota Propinsi dan belum tersedianya Infrastruktur yang memadai adalah salah satu pemicu lambannya perkembangan Pariwisata di kotabaru. Untuk meningkatkan percepatan perkembangannya diperlukan kerja sama dari stakeholder yang ada. Tanpa bermaksud menapikan upaya yang telah dilakukan, Pemda dalam hal ini DISBUDPAR, agar lebih intens lagi mempromosikan wisata dikotabaru di berbagai even dan media. Infrastruktur yang mendukung perlu di bangun agar wisatawan berminat mengunjungi tempat-tempat wisata di Kotabaru.
Selain dari itu, yang tidak kalah pentingnya adalah budaya yang tercermin dalam sikap dari masyarakat, khususnya yang berada di sekitar obyek wisata, yang menunjukkan sikap WELCOME kepada wisatawan yang berkunjung, sehingga membuat mereka nyaman dalam berwisata. Mengambil contoh di daerah Bali, pada saat para wisatawan mandi dan berseluncur di laut, sementara barang-barang (HP, i-pod, dompet, dll) di tinggal diatas pasir di pantai tanpa ada yang menjaga, dan tidak terjadi apa-apa pada barang-barang mereka. Pada saat berada di persimpangan lampu merah, kita bingung arah mana yang harus kita tempuh untuk mencapai tujuan, kita bertanya pada orang Bali yang naik kendaraan yang berada di samping kita, mereka dengan senang hati menjelaskan rute perjalanan yng harus ditempuh.. bahkan mereka tidak keberatan stop di pinggir jalan dan selama beberapa menit menjelaskan rute yang ingin kita tempuh saat kita bertanya sambil jalan dengan kendaraan kita..
Siapapun yang terpilih menjadi Duta wisata Kabupaten Kotabaru, tentunya sebagai masyarakat kotabaru berharap banyak agar bisa berbuat yang terbaik, agar obyek-obyek wisata di kabupaten kotabaru menjadi lebih di kenal lagi oleh masyarakat Kalsel maupun di luar Kalsel.
Bagi yang terpilih, Selamat menjadi Duta wisata Kabupaten Kotabaru …. dan bagi yang tidak berkesempatan untuk terpilih penulis berharap bisa berlapang dada, karena yang namanya kompetisi memang harus ada yang kalah dan menang.